YOGYA (KR) -Intensitas gempa susulan kian menurun. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Kamis (1/6), hingga pukul 19.30 tercatat hanya 12 kali gempa susulan. Namun karena intensitas (kekuatannya) sangat kecil, gempa tersebut tidak dapat dirasakan manusia dan hanya bisa dideteksi alat. Sedang gempa yang bisa dirasakan hanya terjadi satu kali, yakni pada pukul 05.49 dengan kekuatan 2,8 Skala Richter (SR).
Kasi Data dan Informasi BMG Stasiun Yogyakarta Tiar Prasetya SSi kepada KR menjelaskan, gempa susulan yang terjadi jumlahnya jauh berkurang dari hari sebelumnya yang mencapai 41 kali. “Melihat gempa susulan yang semakin berkurang, DIY saat ini bisa dikatakan aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar dari gempa utama,” kata Tiar.
Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya yang bangunannya mengalami kerusakan sampai 80 persen, supaya tetap waspada.
Karena sekecil apapun getarannya, dikhawatirkan bangunan tersebut akan runtuh. Bagi yang tingkat kerusakan bangunannya tidak begitu parah, bisa masuk kembali ke dalam rumah.
Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpancing isu bakal terjadinya gempa dengan skala besar. Menurutnya, isu tersebut sengaja disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Hingga sekarang, BMG juga tidak pernah mengirimkan informasi baik melalui SMS atau media massa berkaitan dengan info tersebut. “Jika mendapat informasi yang tidak jelas sumbernya, lebih baik masyarakat segera melakukan konfirmasi dengan pihak yang berwenang,” ujarnya.
Ditanya apakah gempa bumi yang mengguncang DIY berpengaruh terhadap meningkatnya aktivitas Gunung Merapi, Tiar menegaskan, gempa kemarin tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Merapi. Sebab secara keilmuan, tidak berpengaruh sama sekali.
Seorang petugas di BMG Yogyakarta, Toni menambahkan, sejak terjadinya gempa utama Sabtu (27/5), sudah terjadi 1001 gempa susulan. Sedang untuk Kamis (1/6) ada 12 gempa susulan. Meski begitu, intensitasnya terus menurun sebab hanya berkisar 2,8 sampai 2 SR. Jadi tidak mengherankan jika dari 12 gempa susulan yang ada hanya 1 yang terasa, yaitu pukul 05.49 WIB dengan intensitas 2,8 SR.
“Sampai pukul 20.30 kami mencatat ada 12 gempa susulan. Adapun rinciannya sebagai berikut: gempa pertama terjadi pukul 02.21 WIB dengan intensitas 2 SR, gempa kedua pukul 04.44 WIB dengan intensitas 2 SR, gempa yang ketiga pukul 05.49 WIB dengan intensitas 2,8 SR,” katanya.
Untuk gempa keempat sampai ke-12, rata-rata intensitasnya hampir sama yaitu 2 SR, tapi waktu terjadinya gempa berbeda. Gempa susulan keempat terjadi pukul 07.40 WIB, gempa susulan kelima pukul 08.59 WIB, gempa susulan keenam pukul 13.09, gempa susulan ketujuh pukul 14.20 WIB, gempa susulan kedelapan pukul 15.24 WIB, gempa susulan kesembilan pukul 16.45 WIB, gempa susulan ke-10 pukul 17.45, gempa susulan ke-11 pukul 18.19 WIB dan gempa susulan ke-12 pukul 19.06 WIB.





0 Tanggapan ke “Yogya Sudah Aman dari Gempa”