Halaman Arsip 2

Pecinta Teh Berisiko Rendah Kena Kanker Kulit

Orang yang beristirahat dengan menikmati secangkir teh setiap malam mungkin memiliki resiko lebih rendah terhadap dua bentuk umum kanker kulit, demikian suatu penelitian baru yang dilansir Antara. Dalam suatu studi terhadap hampir 2.200 orang dewasa, para peneliti mendapati bahwa peminum teh memiliki resiko lebih rendah untuk mengembangkan “squamous cell” atau “basal cell carcinoma” – dua bentuk paling umum kanker kulit.

Lelaki dan perempuan yang pernah menjadi peminum teh rutin, dengan mengkonsumsi dua cangkir teh lebih sehari, memiliki resiko 20 persen sampai 30 persen lebih rendah untuk terserang kanker tersebut dibandingkan dengan mereka yang tak minum teh. Dampak itu bahkan lebih kuat di kalangan peserta studi yang telah menjadi penggemar teh selama beberapa dasawarsa, serta mereka yang biasa menikmati setidaknya dua cangkir teh per hari, demikian temuan yang disiarkan dalam “Journal of American Academy of Dermatology”. Namun, temuan tersebut tak berarti tak apa-apa bagi orang untuk terbakar sinar matahari selama mereka minum satu cangkir teh setelahnya.

Para peneliti itu tak mendapati bukti bahwa minum teh menurunkan resiko kanker kulit pada orang yang telah menimbun sinar mahari yang menyakitkan pada masa lalu. Studi tersebut juga tak mengkaji hubungan antara minum teh dan “malignant melanoma”, jenis kanker kulit yang kurang umum tapi paling mematikan. Meskipun demikian, temuan itu mendukung teori bahwa anti-oksidan pada teh mungkin membatasi kerusakan yang ditimbulkan oleh radiasi sinar ultra-violet pada kulit, kata penulis studi tersebut – yang dipimpin oleh Dr Judy R Rees dari Dartmouth Medical School di Lebanon, New Hampshire. Secara khusus, anti-oksidan teh yang dikenal sebagai EGCG telah terbukti menurunkan pembakaran pada kulit yang terkena sinar ultra-violet. Temuan saat ini tersebut dilandasi atas wawancara dengan 770 warga New Hampshire yang terserang “basal cell carcinoma”, 696 warga dengan “squamous cell carcinoma, dan 715 laki-laki dan perempuan yang bebas dari kanker pada usia yang sama.

Konsumsi teh dikaitkan dengan resiko lebih rendah serangan kanker kulit, bahkan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti usia, jenis kulit dan sejarah kondisi kulit yang terbakar sinar matahari parah. Namun peminum teh yang menderita banyak luka bakar sinar matahari pada waktu lalu tak menghadapi resiko kanker kulit yang lebih rendah. Mungkin saja, kata para peneliti tersebut, anti-oksidan pada teh cukup untuk membatasi kerusakan pada kulit yang ditimbulkan oleh sengatan sinar matahari yang tak terlalu parah, tapi bukan dampak “yang lebih ekstrem” dari sengatan sinar matahari, seperti kerusakan yang mengakibatkan kanker pada DNA di sel kulit, demikian Reuters Health.

Jangan Mau Pikun, Minum Saja Teh

Penelitian terakhir mengungkap sisi ajaib lain dari teh

Bukan hanya baik sebagai antioksidan, teh ternyata memiliki fungsi lain yang ada hubungannya dengan otak.

Penelitian yang dilakukan oleh sebuah tim dari Universitas Newcastle, menemukan bahwa didalam teh hitam dan teh hijau terdapat zat yang berpengaruh terhadap enzim kunci pada otak yang berhubungan dengan memori.

Mereka berharap bahwa penemuan ini dapat mengarah pada perkembangan penelitian terhadap penyakit pikun atau alzheimer. Mereka mengatakan bahwa teh memiliki efek yang sama dengan obat yang dirancang khusus untuk memerangi penyakit pikun.

Alzheimer sendiri bersangkutan dengan pengurangan kadar zat bernama acetylcholine pada otak. Selama ini dinyatakan bahwa belum ada pengobatan yang sempurna untuk penyakit pikun. Penyakit ini hanya bisa diperlambat perkembangannya.

Obat-obat yang selama ini beredar dipasaran, seperti salah satunya bernama donepezil, ternyata memiliki efek samping yang tidak menyenangkan terhadap penderita. Karena itu, penemuan tentang kebaikan teh ini diharapkan benar-benar bisa membawa perbedaan yang signifikan bagi jutaan penderita alzheimer.

Temuan ini masih akan dimatangkan dalam beberapa tahun kedepan. Tapi yang jelas, mulailah untuk lebih banyak mengkonsumsi teh hijau atau teh hitam dari sekarang, berhubung minuman ini mudah didapat, murah, tanpa efek samping, lezat, dan berguna bagi kesehatan, terutama otak.

Cerdas dengan Ikan Tuna

ikan.jpegTingginya nilai jual tuna, jenis ikan yang paling banyak dicari dan dicuri dari laut Indonesia, disebabkan karena rasanya yang lezat. Selain itu, banyak kandungan zat gizi yang mampu menyehatkan orang dewasa dan mencerdaskan anak-anak. Ikan merupakan bahan pangan yang sangat tinggi peminatnya. Salah satu jenis ikan yang banyak diminati, baik di pasar lokal maupun internasional, adalah ikan tuna. Yang dalam bahasa latinnya dikenal sebagai Thunnus sp dan dalam bahasa Inggris disebut skipjack. Ikan tuna mempunyai daerah penyebaran sangat luas atau hampir disemua daerah tropis maupun subtropis.

Posisi perairan Indonesia yang terletak di antara Samudera Hindia dan Pasifik merupakan tempat perlintasan ikan tuna dalam pengembaraan jarak jauhnya ikan tuna terdiri dari bermacam-macam jenis, antara lain mandidihang/yellowfin (Thunnus albacores), mata besar (Thunus obesus), abu-abu (Thunus tonggol), albakora (Thunus alalunga), dan sirip biru (Thunus thynnus). Hingga saat ini tuna masih dihasilkan dari kegiatan penangkapan, bukan hasil budi daya. Keberhasilan operasi penangkapan sangat ditentukan oleh keterampilan mengenali pola tingkah laku ikan tuna yang berkaitan dengan kebiasaan makan, suhu air, arus air, dan musim kawin.

Kaya Omega-3

Nilai gizi tuna yang sangat baik, kandungan omega-3-nya membuat tuna mempunyai seribu satu manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, hal itu harus didukung dengan pemilihan, pengolahan, dan penyimpanan tuna yang baik. Ikan tuna yang masih segar sebaiknya disimpan di lemari es (jika akan segera digunakan) atau dibekukan (jika ingin disimpan untuk beberapa lama). Dilihat dari komposisi gizinya, tuna mempunyai nilai gizi yang sangat luar biasa. Kadar protein pada ikan tuna hampir dua kali kadar protein pada telur yang selama ini dikenal sebagai sumber protein utama. Kadar protein per 100 gram ikan tuna dan telur masing-masing 22 g dan 13 g.

Sebagai salah satu komoditas laut, ikan tuna juga kaya akan asam lemak omega-3. Kandungan omega-3 pada ikan air laut, seperti ikan tuna, adalah 28 kali lebih banyak daripada ikan air tawar. Perbandingan kadar omega-3 antara ikan tuna dengan ikan jenis lainnya dapat dilihat pada Tabel 2. Omega-3 dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan menghambat proses terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Konsumsi ikan 30 gram sehari dapat mereduksi risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 50 persen. Asam lemak omega-3 juga mempunyai peran penting untuk proses tumbuh kembang sel-sel saraf, termasuk sel otak, sehingga dapat meningkatkan kecerdasan, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami proses tumbuh kembang.

Sumber Mineral

Ikan tuna juga kaya berbagai mineral penting yang esensial bagi tubuh. Kandungan iodium pada ikan tuna mencapai 28 kali kandungan iodium pada ikan air tawar. Iodium sangat berperan penting untuk mencegah penyakit gondok dan meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu, ikan tuna juga kaya akan selenium. Konsumsi 100 gram ikan tuna cukup untuk memenuhi 52,9 persen kebutuhan tubuh akan selenium. Selenium mempunyai peran penting di dalam tubuh, yaitu mengaktifkan enzim antioksidan glutathione peroxidase. Enzim ini dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas penyebab berbagai jenis kanker.

Dilihat dari perbandingan kalium dan natrium, ikan tuna baik untuk penderita jantung. Makanan ini tergolong makanan sehat untuk jantung dan pembuluh darah bila mengandung rasio kalium dan natrium minimal 5 berbanding 1. Perbandingan kalium dan natrium mencapai 6,4:1 pada tuna sirip biru; 11:1 pada tuna jenis skipjack; dan 12:1 pada tuna yellow fin. Kalium diketahui bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf: Kalium yang tinggi akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan tubuh.

Sumber Vitamin

Kandungan vitamin pada ikan tuna, terutama jenis sirip biru sangat tinggi, yaitu mencapai 2,183 IU. Konsumsi 100 gram ikan tuna sirip biru cukup untuk memenuhi 43,6 persen kebutuhan tubuh akan vitamin A setiap hari. Vitamin A sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel, peningkatan imunitas tubuh, pertumbuhan, penglihatan, dan reproduksi.

Ikan tuna juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin B6 dan asam folat. World’s Health Rating dari The George Mateljan Foundation menggolongkan kandungan vitamin B6 tuna ke dalam kategori sangat bagus karena mempunyai nutrient density yang tinggi, yaitu mencapai 6,7 (batas kategori sangat bagus adalah 3,4-6,7). Vitamin B6 bersama asam folat dapat menurunkan level homosistein. Homosistein merupakan komponen produk antara yang diproduksi selama proses metilasi. Homostein sangat berbahaya bagi pembuluh arteri dan sangat potensial untuk menyebabkan terjadinya penyakit jantung. Meskipun ikan tuna mengandung kolesterol, kadarnya cukup rendah dibandingkan dengan pangan hewani lainnya. Kadar kolesterol pada ikan tuna 38-45mg per 100gr daging.

Cegah Stroke dan Obesitas

Kandungan gizi yang tinggi membuat tuna sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya stroke. Sebuah studi yang pernah dilakukan selama 15 tahun menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna 2-4 kali setiap minggu, dapat mereduksi 27% resiko penyakit sroke daripada yang hanya mengkonsumsi 1 kali dalam sebulan. Konsumsi 5 kali atau lebih dalam setiap minggunya dapat mereduksi penyakit stroke hingga 52 persen. Konsumsi tuna 13 kali per bulan dapat mengurangi risiko tubuh dari ischemic stroke, yaitu stroke yang disebabkan oleh kurangnya aliran darah ke otak.

Dari delapan penelitian yang tercatat dalam The George Mateljan Foundation (2006), konsumsi tuna 1-3 kali per bulan dapat mengurangi risiko ischemic stroke sebesar 9 persen. Selanjutnya risiko menurun sebanyak 13 persen pada konsumsi tuna sekali seminggu, 18 persen pada konsumsi 2-4 kali per minggu, serta 31 persen pada konsumsi tuna 5 kali atau lebih setiap minggunya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 6th Congress of The International Society for the Study of Fatty Acids and Lipid pada Desember 2004 membuktikan bahwa ikan tuna dapat mencegah obesitas dan sangat baik untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Hal itu disebabkan kandungan EPA (eicosapentaenoic acid) yang tinggi pada ikan tuna dapat menstimulasi hormon leptin, yaitu sebuah hormon yang membantu meregulasi asupan makanan. Dengan regulasi tersebut, tubuh akan terhindar dari konsumsi makanan secara berlebihan, penyebab obesitas.

Tangkal Leukemia dan Kanker Payudara
Konsumsi ikan tuna yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar, tetapi tidak digoreng, dapat mencegah risiko penyakit heart arrhythmia, terutama bagi mereka yang berusia lanjut. Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Universitas Harvard pada tahun 2004, menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna 1-4 kali setiap minggu dapat meningkatkan omega-3 dan mencegah penyakit heart arrhythmia hingga 28 persen. Penggorengan tidak dianjurkan karena dikhawatirkan dapat menghasilkan radikal bebas yang justru merugikan bagi kesehatan tubuh. Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention dalam publikasi pada tahun 2004 menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang kaya asam lemak (seperti ikan tuna) dapat mengurangi risiko penyakit leukemia, multiple myeloma, dan non-hodgkins lymphoma.

Studi yang dilakukan terhadap 6.800 orang Kanada tersebut menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang kaya akan asam lemak dapat mengurangi risiko leukemia hingga 28 persen, multiple myeloma 36 persen, dan non-hodgkins lymphoma hingga 29 persen. Ikan tuna juga baik untuk mencegah kanker payudara. Hal tersebut disebabkan kandungan omega-3 pada tuna dapat menghambat enzim proinflammatory yang disebut cyclooxygenase 2 (COX 2), enzim pendukung terjadinya kanker payudara. Omega-3 juga dapat mengaktifkan reseptor di membran sel yang disebut peroxisome proliferator-activated receptor (PPAR)-ã, yang bisa menangkap aktivitas sel penyebab kanker. Selain itu, omega-3 juga dapat memperbaiki DNA.

Tinggi Purin dan Histamin

Meskipun tuna mempunyai manfaat yang sangat luar biasa bagi tubuh, konsumsinya secara berlebihan juga perlu dicermati. Tuna mengandung senyawa purin yang dapat menjadi pencetus penyakit gout atau asam urat. Hal itu yang menyebabkan orang yang mempunyai masalah dengan ginjalnya atau sedang menderita penyakit gout, sebaiknya membatasi konsumsi makanan yang kaya purin, seperti ikan tuna. Selain purin, tuna juga mengandung histamin. Histamin merupakan senyawa turunan dari asam amino histidin yang banyak terdapat pada ikan. Histidin merupakan salah satu dari sepuluh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh anak-anak dan bayi, tetapi bukan asam amino esensial bagi orang dewasa.

Di dalam tubuh kita, histamin memiliki efek psikoaktif dan vasoaktif. Efek psikoaktif menyerang sistem saraf transmiter manusia, sedangkan efek vasoaktifnya menyerang sistem vaskular. Pada orang-orang yang peka, histamin dapat menyebabkan migrain dan meningkatkan tekanan darah. Histamin tidak membahayakan jika dikonsumsi dalam jumlah yang rendah, yaitu 8 mg per 100 gram ikan. Keracunan akan timbul jika kadar histamin yang terdapat pada ikan yang kita konsumsi cukup tinggi.

Menurut FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat, keracunan histamin akan berbahaya jika seseorang mengonsumsi ikan dengan kandungan histamin 50 mg/100 gram ikan. Kandungan histamin sebesar 20 mg/100 gram ikan akan terjadi jika penanganan ikan dilakukan secara tidak higienis. Gejala keracunan akan muncul apabila kita mengonsumsi ikan dengan kandungan histamin yang berlebih, yaitu dalam jumlah di atas 70-1.000 mg. Akibatnya, timbul muntah-muntah, rasa terbakar pada tenggorokan, bibir bengkak, sakit kepala, kejang, mual, muka dan leher kemerah-merahan, gatal-gatal, dan badan lemas.

Sekilas gejala keracunan histamin mirip dengan gejala alergi yang dialami oleh orang yang sensitif terhadap ikan atau bahan makanan asal laut. Akibatnya, orang sering keliru membedakan gejala keracunan histamin dengan alergi. Sampai saat ini memang belum pernah dilaporkan adanya kematian akibat keracunan histamin. Meskipun begitu, kita harus tetap waspada karena efek yang ditimbulkannya juga tidak bisa dianggap sepele. Langkah paling tepat untuk mencegah keracunan histamin adalah dengan cara memilih dan mengonsumsi ikan yang masih segar dan bermutu baik. Perhatikan pula cara penanganan ikan secara tepat dan benar, sehingga bahayanya dapat dihindari.

Rendah Kalori ‘Perpanjang Umur’

Para ilmuwan menemukan tanda-tanda kuat bahwa pola makan rendah kalori bisa memperlambat proses penuaan pada tubuh.

Penelitian yang dilakukan selama enam bulan itu menunjukkan bahwa mengurangi kalori menurunkan tingkat insulin dan suhu tubuh yang utama. Tim dari Universitas Louisiana State di Amerika Serikat mengatakan studi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengukuhkan temuan itu yang diterbitkan di Jurnal Asosiasi Medis Amerika.

Seorang pakar dari Inggris mengatakan penelitian itu menarik tetapi banyak faktor lain yang mempengaruhi usia harapan hidup. Diketahui bahwa mengurangi jumlah kalori pada makanan tikus dan hewan-hewan lainnya memperpanjang usia mereka. Menurut penelitian selama ini, membatasi jumlah kalori yang dicerna oleh tubuh mempengaruhi proses metabolisme dan kepekaan terhadap insulin dan tentunya menjaga berat badan pada skala sehat.

Energi berkurang

Para peneliti dari Universitas Louisiana State mempelajari 48 pria dan wanita gemuk antara Maret 2002 dan Agustus 2004. Mereka semua dalam keadaan sehat tetapi tidak ada yang rajin berolahraga.

Kelompok pertama diminta mentaati pola makan yang mempertahankan berat badan mereka dan kelompok kedua harus mengurangi kalori yang dimakan sebesar 25%. Kelompok ketiga diharuskan membatasi kalori yang dimakan dan berolahraga. Dan kelompok keempat menjalani diet sangat rendah kalori sampai berat badan mereka susut 15% – yang kemudian dilanjutkan dengan pola makan sehat untuk mempertahankan berat badan mereka.

Setelah enam bulan, kelompok yang tidak melakukan diet secara rata-rata kehilangan 1% berat badan mereka, sementara berat badan kelompok yang dibatasi kalorinya turun 10,4%. Berat mereka yang kalorinya dikurangi dan harus berolahraga susut 10% dan kelompok keempat yang diet kalori sangat ketat, turun 13,9%.

Tingkat insulin dilaporkan sangat berkurang di ketiga kelompok yang membatasi kalori. Tingkat insulin rendah adalah salah satu faktor yang ditemukan pada orang yang hidup melewati usia 100 tahun.

Orang-orang di dalam studi itu yang membatasi kalori juga memperlihatkan suhu tubuh lebih rendah, yang selama ini dikatakan membantu seseorang hidup lebih lama. Dengan suhu lebih rendah berarti tubuh manusia tidak perlu mengeluarkan energi berlebihan.

Jangan Campurkan Susu Pada Teh Anda!!

images1.jpegsusu.jpegMengonsumsi teh dapat menekan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke, namun hal itu tidak berlaku apabila pada teh tersebut dicampurkan susu. Mengapa hal itu dapat terjadi?

Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa teh dapat meningkatkan aliran darah dan kemampuan dari arteri untuk berelaksasi, namun selanjutnya para peneliti yang berasal dari Charite Hospital, University of Berlin menyebutkan bahwa susu dapat menghambat efek perlindungan yang dimiliki oleh teh dalam menghambat terjadinya penyakit jantung. Para peneliti menyatakan kepada Reuters bahwa jika ingin mengambil manfaat dari minuman teh untuk kesehatan jantung, sebaiknya jangan menambahkan susu dalam minuman tersebut.

Teh merupakan jenis minuman kedua yang banyak dikonsumsi oleh semua orang di seluruh dunia. mereka mengonsumsi minuman tersebut karena yakin terhadap khasiat dari teh. Namun hingga kini tidak diketahui apakah penambahan susu pada minuman tersebut dapat mempengaruhi khasiatnya.

Para peneliti menyebutkan bahwa protein kasein yang terdapat pada susu dapat menurunkan sejumlah komponen yang terdapat pada teh, yaitu catechin, yang memiliki kemampuan melawan penyakit jantung.

Para peneliti sangat yakin dengan hasil temuan tersebut, yang juga pernah dilaporkan dalam European Heart Journal, dijelaskan bagaimana negara seperti Inggris yang memiliki kebiasaan mencampurkan teh dengan susu ternyata tidak menunjukkan penurunan angka risiko penyakit jantung dan stroke.

Teh hitam sangat bermakna meningkatkan aliran darah bila dibandingkan dengan cairan lainnya. Namun saat dicampur dengan susu, maka efek tersebut akan hilang. Uji coba juga dilakukan terhadap hewan tikus. Saat tikus tersebut diberikan teh hitam, maka produksi natrium oksidanya akan meningkat sehingga meningkatkan dilatasi pembuluh darah. Namun dengan pemberian susu, maka efek tersebut akan terhambat.

The Three Musketeers For My Eyes

telor.jpegjagung.jpegmangga.jpeg

Mata merupakan salah satu indera yang sangat kita butuhkan. Untuk itu, upaya maksimal dalam
menjaga mata perlu kiranya kita lakukan diantaranya adalah dengan mengkonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin A. Selama ini wortel terkenal sebagai sayuran berhasiat untuk melindungi penglihatan.

Padahal dalam banyak studi memperlihatkan, bahwa untuk melindungi mata diperlukan berbagai jenis nutrient. Berbagai bahan makanan dikenal sebagai sumber vitamin A seperti daun katuk, wortel rebus, andaliman, lamtoro gung, tempe lamtoro gung, daun singkong rebus, tepung ikan, ikan belida, telur, tepung teri, belut dan jagung.

Berikut contoh makanan/buah yang mengandung tiga nutrient utama untuk melindungi penglihatan:

Telur
Kuning telur kaya lutein yaitu suatu zat antioksidan yang dapat mengurangi resiko berkembangnya katarak. Sumber makanan lain yang juga kaya lutein antara lain brokoli, brussels sprout dan buah kiwi.

Jagung
Jagung mengandung berbagai macam zat makanan diantaranya sumber terbaik dari zeaxanthin, yaitu zat yang dapat membantu mencegah terjadinya age-related macular degeneration – masalah penglihatan yang terjadi berkaitan dengan usia menua yaitu kehilangan penglihatan pada orang-orang lanjut usia. Antioksidan ini juga ditemukan dalam buah jeruk.

Mangga
Mangga diketahui mengandung betakarotin yang oleh tubuh kita diubah menjadi vitamin A seperti yang dibutuhkan mata. Vitamin A membantu mencegah rabun senja. Paprika merah juga banyak mengandung karotenoid yang sehat.

Nikmati Burger Dengan Bijak

images.jpegBurger yang kaya akan karbohidrat, lemak, dan protein merupakan makanan impor yang cocok dengan selera lidah masyarakat Indonesia. Rasanya yang nikmat, membuat burger digemari di seluruh penjuru negeri. Namun, di balik kenikmatannya, kita perlu mengonsumsinya secara bijak. Sebab, jika berlebihan macam-macam penyakit degeneratif menanti kita.

Dilihat dari nilai gizinya, kandungan lemak pada burger cukup tinggi, yaitu sekitar 17 persen. Konsumsi lemak yang berlebih sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan obesitas dan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Selanjutnya, aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Namun, burger juga memiliki kandungan vitamin A yang cukup besar, yaitu sekitar 30 IU. Selain itu, burger juga memiliki kandungan asam oleat, asam linoleat, vitamin B1, vitamin 82, serta niasin. Burger merupakan makanan berbasis daging yang sering disorot menjadi penyebab obesitas. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), angka kejadian obesitas di negara yang memiliki kebiasaan mengonsumsi burger sangat tinggi seperti Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara Eropa. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain obesitas, konsumsi daging yang berlebih juga dapat menyebabkan penuaan dini (early aging). Menurut beberapa penelitian, pemasakan daging sapi maupun daging ayam dapat menyebabkan terbentuknya senyawa AAH (amina-amina heterosiklis). AAH adalah zat penyebab mutasi genetik yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA pada sel-sel tubuh manusia.

Berbagai penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa AAH mengakibatkan aneka kanker, seperti kanker usus besar, payudara, pankreas, hati dan kandung kemih. Berdasarkan penelitian di University of North California, konsumsi hot dog maupun hamburger sebanyak sekali atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko kanker otak dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Selain itu, kadar garam natrium yang sangat tinggi pada burger juga berpotensi menyebabkan penyakit hipertensi. Kandungan natrium (Na) pada burger berkisar antara 1.250-2.250 mg per 100 gram bahan, padahal kebutuhan natrium per hari rata-rata hanya 2.300 mg. Tingginya kadar natrium pada burger berasal dari pemakaian garam dapur (NaCI) dan penyedap masakan (monosodium glutamat).

Nah, dengan demikian Anda sudah paham bukan untuk menikmati kelezatan santapan ini, Anda harus memiliki penguasaan diri yang cukup agar tidak menuai penyakit di kemudian hari.

Jus Apel Bisa Cegah Asma

jus.jpegAnak-anak yang minum banyak jus apel memiliki peluang lebih kecil untuk mengidap gejala asma, kata ilmuwan.

Penelitian oleh The National Heart and Lung Institute, yang diterbitkan di dalam penerbitan ilmiah European Respiratory Journal, merupakan riset terbaru yang mengkaitkan apel dan kesehatan paru.

Kemungkinan anak-anak yang minum jus buah apel setidaknya sekali mengalami sesak nafas 50 persen lebih kecil daripada mereka yang minum kurang dari sekali dalam satu bulan, demikian temuan penelitian tersebut.

Makan apel segar saja tidak menunjukkan manfaat yang jelas, tambah hasil riset itu.

Penelitian ini mencermati anak usia lima hingga 10 tahun di kawasan Greenwich, London. Peneliti menanyai orang tua mereka soal konsumsi buah anak-anak mereka dan gejala penyakit yang mereka idap.

Meski tidak ada kaitan antara konsumsi jus apel dan berkurangnya kemungkinan diagnosis asma yang sebenarnya, hubungan antara sesak nafas dan minum jus itu sangat kuat.

Munculnya gejala sesak nafas merupakan salah salah tanda penting anak yang semakin berisiko mengidap asma, kendati banyak anak yang menunjukkan gejala itu pada akhirnya tidak terdiagnosis dengan penyakit pernafasan tersebut.

Manfaat yang mirip, tapi lebih lemah ditemukan pada anak-anak yang makan pisang sedikitnya satu kali sehari dibandingkan dengan yang kurang dari satu kali dalam satu bulan.

Dr Mike Thomas, seorang peneliti asma di Universitas Aberdeen, Inggris, mengatakan penelitian ini merupakan bukti lain dampak protektif buah apel.

“Ada bukti bahwa makanan sehat yang kaya dengan antioksidan dan vitamin bagus bagi asma,” katanya.

ADUUUUHHHhhh.. !!

Suatu hari saya main ke rumah sahabat saya. Di rumahnya itu terdapat satu anjing jantan jenis Rottweiler. Anjing yang hitam dengan badan yang besar, dan memiliki alis berwarna coklat.

Entah mengapa, setiap kali saya main ke rumah sahabat saya itu, anjingnya selalu terlihat antusias sekali bila melihat saya. hal itu membuat saya cukup takut. Tapi sahabat saya bilang k’lo anjingnya itu, mungkin ingin berkenalan dengan saya. Oleh karena itu, ketika saya bermain di halaman rumah sahabat saya,saya tidak keberatan bila anjingnya tersebut di lepas.

Awalnya, anjingnya hanya dekat dekat saja dengan saya.Tetapi ketika saya berjalan hendak masuk ke dalam rumah, tiba tiba saja anjingnya berlari mengejar saya dan menggigit paha kaki kiri saya. Saya cukup kaget dan ketakutan setengah mati. Melihat itu, teman saya dan adiknya langsung berusaha menyelamatkan saya dari gigitan anjingnya. Untung saja gigitan tersebut tidak memberikan bekas.

Oya, kejadian ini bukan hanya terjadi sekali saja. Suatu hari, ketika saya main kerumah sahabat saya itu, saya lagi lagi digigit oleh anjingnya yang sama. Hanya letak tempat anjing tersebut menggigit saya saja yang berbeda. Anjingnya tersebut menggigit paha kanan saya. Lanjutkan membaca ‘ADUUUUHHHhhh.. !!’

Kucing Juga Hewan Yang Setia Lowh..

Anjing biasanya di kenal sebagai hewan peliharaan yang paling setia kepada majikannya. Sedangkan kucing lebih setia kepada rumah tempat ia tinggal. Saya mau menepis anggapan yang mengatakan bahwa kucing hanya setia kepada tempat tinggalnya. Karena saya merasa bukan hanya anjing saja yang bisa setia, tetapi kucing juga bisa setia.

Hal ini sudah saya buktikan loh. Saya punya kucing betina bernama Mocca. Mocca sudah hidup bersama saya selama -/+

kucing.jpg

5 tahun. Selama ini Mocca selalu menemani saya selama saya di rumah. Mocca juga bisa menghibur saya ketika saya sedang BT. Biasanya klo saya sedang BT, mocca selalu dekat dekat dengan saya.lalu ia juga suka buat ulah yang bisa buat saya ketawa.

Oya, kucing saya juga bisa ngambekan. Biasanya itu terjadi gara-gara saya kurang perhatiian dya ato ga mau ngajakin dia main. Trus luchunya tuh klo lagi ngambek bisanya di ga mau di peluk and ga mau di panggil. ada ada aja y..? hwhwhw..

Kucing saya tuh bener bener kayak anak saya sendiri. Dia selalu minta perhatian yang lebih and ga suka klo di cueki.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »


c

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tulisan Teratas

Komentar Terakhir

Tuan WordPress di Halo dunia!

Blog Stats

  • 1,555 hits